jump to navigation

100 pabrik TPT akan diberi subsidi, awal yang cerahkah? August 14, 2006

Posted by viskosaonline in News.
trackback

Departemen Perindustrian (Depperin) akan memberi subsidi bunga sebesar Rp2 miliar untuk setiap perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT), sehingga setiap perusahaan bisa memperoleh kredit perbankan sebesar Rp20 miliar.
Program tersebut ditargetkan akan dimulai pada tahun depan dan pada tahun pertama pelaksanaannya, Depperin akan memberi bantuan subisidi bunga tersebut kepada sekitar 100 perusahaan.

Pemerintah India juga melakukan program serupa sejak 1999 dan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan industri TPT negara tersebut. (www.textile.web.id)

Akhirnya ada langkah positif yang diambil pemerintah untuk industri TPT negeri ini. Walaupun mungkin yang bisa memanfaatkan subsidi ini adalah hanya pabrik-pabrik garmen, tapi itu juga cukup mendorong perkembangan industri TPT.

Sementara itu, Direktur Eksekutif API Ernovian G. Ismy mengatakan dana subsidi bunga Rp200 miliar tersebut kemungkinan hanya dapat dimanfaatkan oleh perusahaan garmen, bukan industri tekstil. 

Keterbatasan penggunaan subsidi ini diakibatkan karena industru garmen relatif lebih kecil biaya mesin-mesinnya dibandingkan dengan industri tekstil.

Dana awal yang direncanakan untuk subsidi bunga ini adalah 900 milyar tapi kemudian diturunkan menjadi 200 milyar. Subsidi ini juga menjawab keluhan dari pengusaha tekstil atas tingginya tingkat suku bunga kredit bank.

Lebih penting lagi, karena yang mendapatkan subsidi ini adalah sektor hulu (pabrik garmen) sehingga diharapkan pabrik-pabrik garmen yang mendapatkan subsidi merupakan pabrik-pabrik yang membeli bahan bakunya dari dalam negeri. Jadi akan serta merta menghidupkan sektor hilirnya.

Semoga program ini dapat berjalan sukses untuk membangkitkan industri TPT tanah air. Amin

Comments»

1. exa - August 17, 2006

ya bagus lah…., tapi denger2 industri tekstil
di indonesia tidak didukung oleh pemerintah
dengan alasan limbah yang dihasilkan tekstil
berbahaya, dan itu menjadi alasan bagi pemerintah.
pemerintah lebih condong ke pabrik garmen
lah klo begitu gimana pabrik tekstil????


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: