jump to navigation

Apa itu Tekstil? January 8, 2006

Posted by viskosaonline in New Topics.
17 comments

Menurut dictionary.com tekstil sebagai kata benda diartikan sebagai :

1. Pakaian, yang dibuat dengan cara ditenun atau dirajut; kain

2. Serat atau benang untuk ditenun atau dirajut menjadi pakaian.

Menurut thefreedictionary.com  tekstil sebagai kata sifat diartikan sebagai usaha/pekerjaan yang berhubungan dengan kain dan pembuatan kain.

Sedangkan ditinjau dari segi akademisi, tekstil dapat diartikan sebagai cabang ilmu yang mempelajari usaha-usaha/proses dalam pembuatan kebutuhan sandang, mulai dari bahan baku hingga siap pakai.

Proses tekstil secara umum dapat disusun menjadi :

1. Pemintalan benang (pemrosesan bahan baku menjadi benang)

2. Pertenunan, Perajutan (proses benang menjadi kain tenun dan rajut)

3. Penyempurnaan (proses kimiawi pada kain untuk menghasilkan kain dengan karakteristik tertentu)

4. Garmen (proses pembuatan pakaian)

Tambahan untuk pembuatan kain yaitu pembuatan kain tanpa melalui proses pertenunan ataupun perajutan, melainkan dari serat langsung menjadi kain, hasil kainnya biasa disebut kain non woven.

Tentu saja penjelasan yang dangkal ini belum memberikan gambaran yang sebenarnya mengenai proses tekstil. Tambahan yang penting dari komunitas tekstil pasti sangat membantu.

Advertisements

API PESIMIS PEMBATASAN EKSPOR TEKSTIL CHINA UNTUNGKAN RI January 7, 2006

Posted by viskosaonline in News.
10 comments

Jakarta (ANTARA News) – Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) pesimis bahwa pembatasan ekspor tekstil Cina oleh AS akan membawa pengaruh yang signifikan pada ekspor tekstil Indonesia ke AS.

“Sekarang ekspor kita ke AS baru sekitar 4 persen. Bisa naik satu persen saja itu sudah bagus,” kata Ketua API, Benny Sutrisno .

AS, tambahnya, baru-baru ini meningkatkan batasan baru bagi ekspor tekstil dari Cina dari sebelumnya 7,5 persen menjadi 17,5 persen untuk 12 kategori, yang diantaranya adalah celana jeans, gaun malam dan pakaian dalam.

Dia menjelaskan, kondisi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional kini benar-benar tengah berada dalam kesulitan.

“Suku bunga kita tinggi, sedangkan biaya investasi tekstil besar. Belum lagi dengan biaya distribusi yang pasti tinggi karena jarak dari Cina ke AS lebih dekat daripada Indonesia ke AS,” jelas Benny.

Benny juga mengingatkan Indonesia belum tentu didekati oleh industri tekstil AS karena masih banyak pesaing-pesaing Indonesia yang juga mengincar pasar AS, seperti Bangladesh dan Vietnam.

“Untuk memperbaiki industri TPT nasional, perlu adanya koordinasi antara pemegang kebijakan fiskal (BI), kebijakan moneter (pemerintah) serta kebijakan regulasi dan birokrasi (pemerintah),” katanya

Mengingat kondisi yang sulit tersebut, Ia kemudian menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah menanti tanggapan pemerintah atas usulan untuk menaikkan bea masuk impor garmen menjadi 25 persen untuk menyelamatkan industri TPT Indonesia.

Padahal, tambahnya, menurut kesepakatan dengan organisasi perdagangan internasional atau WTO, sebenarnya batas maksimal 40 persen.

“Selain karena industri garmen menyerap banyak tenaga kerja, biaya investasinya kecil karena sebenarnya bisa hanya mengandalkan mesin jahit saja, dan tidak perlu mesin besar seperti industri tekstil,” jelasnya.

Saat ini, bea masuk impor garmen ditetapkan pemerintah hanya 15 persen dan sebagai perbandingan bea masuk impor tekstil sekitar 25 persen, benang 5 persen dan kain 10 persen.

“Jika itu bisa dikuasai, industri garmen bisa meningkatkan pangsa pasar mereka di tingkat domestik dari 60 persen menjadi 80 persen,” tutur Benny.

Sementara itu, Menteri Perdagangan mengatakan ia sangat optimis dengan pembatasan AS tersebut, bahkan ia menjanjikan pemerintah akan mendukung industri tekstil nasional untuk meningkatkan kapasitas produksinya ke pasar AS.

Ia juga mengatakan bahwa ia sudah melakukan kunjungan ke Jawa Barat dan mendapat informasi bahwa beberapa industri tekstil di sana telah didekati oleh pengusaha AS untuk memasok tekstil.(*)

Ekspor Tekstil Indonesia Ditargetkan Naik US$ 600-700 Juta January 7, 2006

Posted by viskosaonline in News.
1 comment so far

Departemen Perindustrian (Depperind) menargetkan nilai ekspor tekstil Indonesia pada 2006 mendatang bisa mencapai US$ 8,3 miliar. Atau mencapai peningkatan antara US$ 600 hingga 700 juta dibanding nilai ekspor pada 2005 ini yang mencapai US$ 7,6 miliar. Dan untuk 5 tahun ke depan atau 2009, diharapkan nilai ekspor tekstil bisa mencapai US$ 11,8 miliar.

“Peningkatan ini diharapkan dilakukan dengan memperkuat industri tekstil dalam negeri. Yakni dengan menaikkan bea masuk garmen 15 hingga 20 persen,” kata Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Ansari Bukhari.

Menanggapi tercapainya kesepakatan pembatasan nilai ekspor tekstil dari Cina ke Amerika, Ansari juga berharap Indonesia dapat mengambil peluang tersebut. Namun, peluang Indonesia untuk mengambil pasar Cina di Amerika tersebut sangat kecil.

“Kondisi mesin tekstil yang sudah tua di pabrik tekstil Indonesia membuat tidak bisa bersaing. Akibatnya kapasitas produksi kalah banyak,” jelas Ansari.

Untuk itu, restrukturisasi permesinan menjadi prioritas utama untuk meningkatkan daya saing. “Dalam skala besar memang belum, tapi sudah mulai dilakukan oleh investor baru yang merupakan bagian dari program mereka sendiri,” ungkapnya.

Menurut Ansari, saat ini yang belum dilakukan nyata oleh pemerintah untuk jangka panjang yakni untuk menyediakan pendanaan khusus, skill khusus, dan bunga bank khusus. “Sementara untuk jangka pendek adalah untuk pembebasan bea masuk mesin-mesin,” ujarnya. (detikcom/q)

Blog Untuk Pertekstilan Indonesia dari LPM Viskosa STTTekstil January 7, 2006

Posted by viskosaonline in Uncategorized.
99 comments

Apa itu Blog?…. according to this link…Weblog adalah istilah untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.

Blog ini dibuat untuk sarana cuap-cuap bagi komunitas tekstil (dan mereka yg “penasaran” mengenai tekstil) tentang hal-hal “menarik” di dunia pertekstilan Indonesia dan dunia.

Saatnya berpendapat dan berdiskusi. Silakan berkomentar se”bebas-bebas”nya semoga bisa jadi satu bentuk pembelajaran bagi kita semua.

Because News can change the world, semoga sang penguasa mengetahui suara-suara kita dari komunitas tekstil untuk Indonesia.

Bagi yang punya topik untuk dibahas silakan kirim email ke viskosaonline@gmail.com