Ekspor Tekstil Indonesia Ditargetkan Naik US$ 600-700 Juta January 7, 2006
Posted by viskosaonline in News.trackback
Departemen Perindustrian (Depperind) menargetkan nilai ekspor tekstil Indonesia pada 2006 mendatang bisa mencapai US$ 8,3 miliar. Atau mencapai peningkatan antara US$ 600 hingga 700 juta dibanding nilai ekspor pada 2005 ini yang mencapai US$ 7,6 miliar. Dan untuk 5 tahun ke depan atau 2009, diharapkan nilai ekspor tekstil bisa mencapai US$ 11,8 miliar.
“Peningkatan ini diharapkan dilakukan dengan memperkuat industri tekstil dalam negeri. Yakni dengan menaikkan bea masuk garmen 15 hingga 20 persen,” kata Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Ansari Bukhari.
Menanggapi tercapainya kesepakatan pembatasan nilai ekspor tekstil dari Cina ke Amerika, Ansari juga berharap Indonesia dapat mengambil peluang tersebut. Namun, peluang Indonesia untuk mengambil pasar Cina di Amerika tersebut sangat kecil.
“Kondisi mesin tekstil yang sudah tua di pabrik tekstil Indonesia membuat tidak bisa bersaing. Akibatnya kapasitas produksi kalah banyak,” jelas Ansari.
Untuk itu, restrukturisasi permesinan menjadi prioritas utama untuk meningkatkan daya saing. “Dalam skala besar memang belum, tapi sudah mulai dilakukan oleh investor baru yang merupakan bagian dari program mereka sendiri,” ungkapnya.
Menurut Ansari, saat ini yang belum dilakukan nyata oleh pemerintah untuk jangka panjang yakni untuk menyediakan pendanaan khusus, skill khusus, dan bunga bank khusus. “Sementara untuk jangka pendek adalah untuk pembebasan bea masuk mesin-mesin,” ujarnya. (detikcom/q)
tlong tampilkan data volume ekspor industri tekstil bulanan periode 2006-2008?