API PESIMIS PEMBATASAN EKSPOR TEKSTIL CHINA UNTUNGKAN RI January 7, 2006
Posted by viskosaonline in News.trackback
Jakarta (ANTARA News) – Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) pesimis bahwa pembatasan ekspor tekstil Cina oleh AS akan membawa pengaruh yang signifikan pada ekspor tekstil Indonesia ke AS.
“Sekarang ekspor kita ke AS baru sekitar 4 persen. Bisa naik satu persen saja itu sudah bagus,” kata Ketua API, Benny Sutrisno .
AS, tambahnya, baru-baru ini meningkatkan batasan baru bagi ekspor tekstil dari Cina dari sebelumnya 7,5 persen menjadi 17,5 persen untuk 12 kategori, yang diantaranya adalah celana jeans, gaun malam dan pakaian dalam.
Dia menjelaskan, kondisi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional kini benar-benar tengah berada dalam kesulitan.
“Suku bunga kita tinggi, sedangkan biaya investasi tekstil besar. Belum lagi dengan biaya distribusi yang pasti tinggi karena jarak dari Cina ke AS lebih dekat daripada Indonesia ke AS,” jelas Benny.
Benny juga mengingatkan Indonesia belum tentu didekati oleh industri tekstil AS karena masih banyak pesaing-pesaing Indonesia yang juga mengincar pasar AS, seperti Bangladesh dan Vietnam.
“Untuk memperbaiki industri TPT nasional, perlu adanya koordinasi antara pemegang kebijakan fiskal (BI), kebijakan moneter (pemerintah) serta kebijakan regulasi dan birokrasi (pemerintah),” katanya
Mengingat kondisi yang sulit tersebut, Ia kemudian menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah menanti tanggapan pemerintah atas usulan untuk menaikkan bea masuk impor garmen menjadi 25 persen untuk menyelamatkan industri TPT Indonesia.
Padahal, tambahnya, menurut kesepakatan dengan organisasi perdagangan internasional atau WTO, sebenarnya batas maksimal 40 persen.
“Selain karena industri garmen menyerap banyak tenaga kerja, biaya investasinya kecil karena sebenarnya bisa hanya mengandalkan mesin jahit saja, dan tidak perlu mesin besar seperti industri tekstil,” jelasnya.
Saat ini, bea masuk impor garmen ditetapkan pemerintah hanya 15 persen dan sebagai perbandingan bea masuk impor tekstil sekitar 25 persen, benang 5 persen dan kain 10 persen.
“Jika itu bisa dikuasai, industri garmen bisa meningkatkan pangsa pasar mereka di tingkat domestik dari 60 persen menjadi 80 persen,” tutur Benny.
Sementara itu, Menteri Perdagangan mengatakan ia sangat optimis dengan pembatasan AS tersebut, bahkan ia menjanjikan pemerintah akan mendukung industri tekstil nasional untuk meningkatkan kapasitas produksinya ke pasar AS.
Ia juga mengatakan bahwa ia sudah melakukan kunjungan ke Jawa Barat dan mendapat informasi bahwa beberapa industri tekstil di sana telah didekati oleh pengusaha AS untuk memasok tekstil.(*)
Saya mahasiswa MSI FE UGM, saat sedang buat tesis tentang tekstil. Saya kesulitan mencari data ekspor tekstil China ke negara tujuan ekspor dari tahumn 2000 s/d 2004, apakah anda memiliki data ?
Coba hubungi kantor API – Asosiasi Pertekstilan Indonesia Pusat jakarta telp.0215272171.
Bang irawan, gimana nih perkembangan Viskosa kita?
Sibuk KP jd rada kurang info nih…
katanya ada lomba tulis di kampus, ya..masih sekala kampus, tapi moga ada perbaikan untuk kedepan.
Ada ide untuk kumpul2 bareng? lebih menyemangati crew kita…
Sayang perjuangan kita jangan hancur sampai disini.
ya Viskosa ada lomba nulis
info lbih lanjut ke crew viskosa aja
he…he…,males nulis saratnya ne…
saya mahasiswi ekonomi univ.maranatha bandung..
saya mau cari bahan tugas tentang perkembangan tekstil produk indonesia menjelang era globalisasi..untuk mata kuliah manajemen pemasaran…apa anada punya data nya?
saya mahasiswi FE uni. SamRatulangi, saya sedang buat paper mengenai pengaruh import tekstil dari cina terhadap industri tekstil lokal tapi data mengenai jumlah import tekstil cina sulit didapat..apa anda punya????
apa kabar nih viskosa on-line?ko masih berita lama…
minta infonya segera kalo ada perusahaan tekstil di bandung, karawang, cikarang dan sekitarnya (lebih disukai yg memiliki akses jalan bagus) yang membutuhkan energi alternatif (compressed natural gas).Jika dibandingkan dengan bbm bisa saving s.d 40% shg bisa mengurangi prod cost cukup significant, perusahaan kami berencana ekspansi ke daerah2 tsb dan direncanakan CNG bisa onstream di awal 2008.
contact:
081314705504
Saya mahasiswi MM Untar sedang menyusun tesis mengenai dampak country of manufacture terhadap industri textile di Indonesia.
Apakah anda memiliki data yang dapat saya pakai untuk tesis saya, yang berhubungan dengan tema tersebut diatas?
saya mahasiswi unpar bdg, jurusan hubungan intl. saat ini saya sedang menyusun skripsi mengenai pengaruh masuknya industri TPT cina ke indonesia terhadap industri TPT lokal. tapi saya kesulitan mendapatkan data mengenai jumlah ekspor TPT indonesia dan jumlah TPT cina yang masuk ke indonesia. serta data-data jumlah perdagangan antara cina-indonesia. apakah anda punya data-datanya? terima kasih sebelumnya.