jump to navigation

blogs baru LPM Viskosa / ViskosaOnline December 12, 2007

Posted by viskosaonline in Uncategorized.
Tags:
1 comment so far

dengan mengucap beribu maaf, kini viskosaOnline pindah alamat ke :

http://viskosaonline.multiply.com/

harap maklum

admin

Lokasi Jamteks 27 September 12, 2006

Posted by viskosaonline in Uncategorized.
3 comments

Peta lokasi Jamteks 27, silakan lihat di :

http://exa_vrazetyo.blogs.friendster.com/

atau

100 pabrik TPT akan diberi subsidi, awal yang cerahkah? August 14, 2006

Posted by viskosaonline in News.
1 comment so far

Departemen Perindustrian (Depperin) akan memberi subsidi bunga sebesar Rp2 miliar untuk setiap perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT), sehingga setiap perusahaan bisa memperoleh kredit perbankan sebesar Rp20 miliar.
Program tersebut ditargetkan akan dimulai pada tahun depan dan pada tahun pertama pelaksanaannya, Depperin akan memberi bantuan subisidi bunga tersebut kepada sekitar 100 perusahaan.

Pemerintah India juga melakukan program serupa sejak 1999 dan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan industri TPT negara tersebut. (www.textile.web.id)

Akhirnya ada langkah positif yang diambil pemerintah untuk industri TPT negeri ini. Walaupun mungkin yang bisa memanfaatkan subsidi ini adalah hanya pabrik-pabrik garmen, tapi itu juga cukup mendorong perkembangan industri TPT.

Sementara itu, Direktur Eksekutif API Ernovian G. Ismy mengatakan dana subsidi bunga Rp200 miliar tersebut kemungkinan hanya dapat dimanfaatkan oleh perusahaan garmen, bukan industri tekstil. 

Keterbatasan penggunaan subsidi ini diakibatkan karena industru garmen relatif lebih kecil biaya mesin-mesinnya dibandingkan dengan industri tekstil.

Dana awal yang direncanakan untuk subsidi bunga ini adalah 900 milyar tapi kemudian diturunkan menjadi 200 milyar. Subsidi ini juga menjawab keluhan dari pengusaha tekstil atas tingginya tingkat suku bunga kredit bank.

Lebih penting lagi, karena yang mendapatkan subsidi ini adalah sektor hulu (pabrik garmen) sehingga diharapkan pabrik-pabrik garmen yang mendapatkan subsidi merupakan pabrik-pabrik yang membeli bahan bakunya dari dalam negeri. Jadi akan serta merta menghidupkan sektor hilirnya.

Semoga program ini dapat berjalan sukses untuk membangkitkan industri TPT tanah air. Amin

Innovations From Rieter Enable Increased Production, Improved Quality February 12, 2006

Posted by viskosaonline in Uncategorized.
6 comments

Switzerland-based Rieter Spun Yarn Systems has introduced short-staple fiber spinning innovations that are designed to increase production rates and improve yarn quality.

According to Rieter, the compact, energy-efficient CLEANline blowroom offers an output of 1,200 kilograms per hour. Fine cleaning takes place in the card chute using CLEANfeed at several positions, each of which processes lower volumes of fiber, thereby reducing stress on the fibers. Other components contributing to improved yarn quality include the UNIfloc A 11 bale opener, UNIclean B 12 precleaner, VARIOset control system, UNImix B 75 blending machine and UNIstore A 78 feed and storage system.

The OMEGAlap E 35 lap winder processes short- and medium-staple cotton using new winding technology. Sliver guidance and lap compression are extended almost completely around the lap at winding speeds of 180 meters per minute (m/min) without affecting lap quality. Rieter reports one Omegalap E 35 winder will process the output of seven Rieter E 65 or E 75 combers, for a total of more than 10,000 kilograms of combed sliver per day.

Improving on productivity of earlier BT models, Rieter�s BT 923 rotor-spinning machine features a new design with 360 spinning positions per machine and rotor speeds of up to 110,000 revolutions per minute. Other upgrades include a winding device that enables delivery speeds of up to 200 m/min, and a 230-millimeter pitch that allows the use of up to 18-inch sliver cans.

Sultex Offers User-Friendly Shedding Machines February 12, 2006

Posted by viskosaonline in News.
1 comment so far

Sultex Ltd., Switzerland, reports its new shedding machines ensure virtually vibration- and play-free operation, reducing stress on the machine and providing a perfect shed.

The Sulzer Textil EP11 tappet motion is available in two models: EP11sld and EP11, with and without automatic shaft leveling. The device is available in four-, six-, eight- and 11-shaft versions, and with weave repeats for four to six picks. It features cams for all standard weaves, allows for staggering, and operates at a maximum speed of up to 1,200 picks per minute.

Sulzer Textil SP6 and SP7 rotary dobbies, designed for use on rapier weaving machines, are very user-friendly and offer fast setting of shed lift and height, according to the company.

Features include a recirculating lubrication system to ensure an extended life even under maximum loads; patented play take-up technology that, coupled with minimal optimized accelerations, ensure smooth operation; and virtually unlimited repeat lengths.

The electronically controlled devices offer a maximum of up to 20 shafts in 12-millimeter pitch; are available with eight, 12, 16 or 20 drives; and operate at a speed of up to 700 picks per minute.

TDL Industri Naik…Industri Tekstil Gigit Jari (Lagi)? February 10, 2006

Posted by viskosaonline in New Topics.
add a comment

Menyambut rencana pemerintah menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk industri sebesar 30 %, tampaknya sudah banyak pengusaha tekstil “teriak”. Dengan kenaikan BBM yang lebih dari 100 % tahun kemarin saja sudah sekira 50.000 pekerja di PHK, bagaimana lagi apabila TDL naik.

Akibat rencana pemerintah ini pengusaha-pengusaha tekstil mulai akan merelokasi pabriknya ke negara-negara lainnya seperti Kamboja, Thailand, Cina dan Vietnam.

Seperti yang disebutkan oleh Gunaras Danubrata dari PT Sansan Saudara Tex Jaya, yang memindahkan pabriknya ke Kamboja. Menurut Gunaras, di negara tersebut biaya listrik, solar dan bensin bisa lebih murah. Keuntungan lainnya adalah biaya tenaga kerja yang jauh lebih murah dibandingkan Indonesia.
”Di sana itu biayanya (tenaga kerja) bisa mencapai US$ 49 per minggu atau 48 jam kerja. Sedangkan di Indonesia mencapai US$ 90 per minggu dengan 40 jam kerja. Itu (di Indonesia) juga setiap tahun naik,” ujarnya.

Walaupun demikian pengusaha tekstil juga dapat memahami kesulitan PLN dalam defisit biaya operasionalnya. Kalangan pengusaha di bidang industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Jawa Barat berharap, apabila tarif dasar listrik (TDL) harus naik, besaran kenaikannya tak lebih dari 10 persen. Bila lebih dari itu, dikhawatirkan pengusaha akan menutup usahanya. Selain itu, mereka juga berharap agar kebijakan itu dilakukan paling cepat pertengahan 2006, atau bahkan pada akhir tahun.

Lengkaplah sudah penderitaan industri tekstil negeri ini. Belum lagi mengatasi serbuan Cina di pasar dalam dan luar negeri dengan produk TPT yang sangat murah, belum pula bernapas lega akibat kenaikan BBM, sekarang akan dihantam lagi dengan TDL yang akan naik, PHK yang tak terelakkan, dan pengusaha yang “lari” keluar negeri.

Tampak tak habis-habis…

Apa itu Tekstil? January 8, 2006

Posted by viskosaonline in New Topics.
17 comments

Menurut dictionary.com tekstil sebagai kata benda diartikan sebagai :

1. Pakaian, yang dibuat dengan cara ditenun atau dirajut; kain

2. Serat atau benang untuk ditenun atau dirajut menjadi pakaian.

Menurut thefreedictionary.com  tekstil sebagai kata sifat diartikan sebagai usaha/pekerjaan yang berhubungan dengan kain dan pembuatan kain.

Sedangkan ditinjau dari segi akademisi, tekstil dapat diartikan sebagai cabang ilmu yang mempelajari usaha-usaha/proses dalam pembuatan kebutuhan sandang, mulai dari bahan baku hingga siap pakai.

Proses tekstil secara umum dapat disusun menjadi :

1. Pemintalan benang (pemrosesan bahan baku menjadi benang)

2. Pertenunan, Perajutan (proses benang menjadi kain tenun dan rajut)

3. Penyempurnaan (proses kimiawi pada kain untuk menghasilkan kain dengan karakteristik tertentu)

4. Garmen (proses pembuatan pakaian)

Tambahan untuk pembuatan kain yaitu pembuatan kain tanpa melalui proses pertenunan ataupun perajutan, melainkan dari serat langsung menjadi kain, hasil kainnya biasa disebut kain non woven.

Tentu saja penjelasan yang dangkal ini belum memberikan gambaran yang sebenarnya mengenai proses tekstil. Tambahan yang penting dari komunitas tekstil pasti sangat membantu.

API PESIMIS PEMBATASAN EKSPOR TEKSTIL CHINA UNTUNGKAN RI January 7, 2006

Posted by viskosaonline in News.
10 comments

Jakarta (ANTARA News) – Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) pesimis bahwa pembatasan ekspor tekstil Cina oleh AS akan membawa pengaruh yang signifikan pada ekspor tekstil Indonesia ke AS.

“Sekarang ekspor kita ke AS baru sekitar 4 persen. Bisa naik satu persen saja itu sudah bagus,” kata Ketua API, Benny Sutrisno .

AS, tambahnya, baru-baru ini meningkatkan batasan baru bagi ekspor tekstil dari Cina dari sebelumnya 7,5 persen menjadi 17,5 persen untuk 12 kategori, yang diantaranya adalah celana jeans, gaun malam dan pakaian dalam.

Dia menjelaskan, kondisi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional kini benar-benar tengah berada dalam kesulitan.

“Suku bunga kita tinggi, sedangkan biaya investasi tekstil besar. Belum lagi dengan biaya distribusi yang pasti tinggi karena jarak dari Cina ke AS lebih dekat daripada Indonesia ke AS,” jelas Benny.

Benny juga mengingatkan Indonesia belum tentu didekati oleh industri tekstil AS karena masih banyak pesaing-pesaing Indonesia yang juga mengincar pasar AS, seperti Bangladesh dan Vietnam.

“Untuk memperbaiki industri TPT nasional, perlu adanya koordinasi antara pemegang kebijakan fiskal (BI), kebijakan moneter (pemerintah) serta kebijakan regulasi dan birokrasi (pemerintah),” katanya

Mengingat kondisi yang sulit tersebut, Ia kemudian menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah menanti tanggapan pemerintah atas usulan untuk menaikkan bea masuk impor garmen menjadi 25 persen untuk menyelamatkan industri TPT Indonesia.

Padahal, tambahnya, menurut kesepakatan dengan organisasi perdagangan internasional atau WTO, sebenarnya batas maksimal 40 persen.

“Selain karena industri garmen menyerap banyak tenaga kerja, biaya investasinya kecil karena sebenarnya bisa hanya mengandalkan mesin jahit saja, dan tidak perlu mesin besar seperti industri tekstil,” jelasnya.

Saat ini, bea masuk impor garmen ditetapkan pemerintah hanya 15 persen dan sebagai perbandingan bea masuk impor tekstil sekitar 25 persen, benang 5 persen dan kain 10 persen.

“Jika itu bisa dikuasai, industri garmen bisa meningkatkan pangsa pasar mereka di tingkat domestik dari 60 persen menjadi 80 persen,” tutur Benny.

Sementara itu, Menteri Perdagangan mengatakan ia sangat optimis dengan pembatasan AS tersebut, bahkan ia menjanjikan pemerintah akan mendukung industri tekstil nasional untuk meningkatkan kapasitas produksinya ke pasar AS.

Ia juga mengatakan bahwa ia sudah melakukan kunjungan ke Jawa Barat dan mendapat informasi bahwa beberapa industri tekstil di sana telah didekati oleh pengusaha AS untuk memasok tekstil.(*)

Ekspor Tekstil Indonesia Ditargetkan Naik US$ 600-700 Juta January 7, 2006

Posted by viskosaonline in News.
1 comment so far

Departemen Perindustrian (Depperind) menargetkan nilai ekspor tekstil Indonesia pada 2006 mendatang bisa mencapai US$ 8,3 miliar. Atau mencapai peningkatan antara US$ 600 hingga 700 juta dibanding nilai ekspor pada 2005 ini yang mencapai US$ 7,6 miliar. Dan untuk 5 tahun ke depan atau 2009, diharapkan nilai ekspor tekstil bisa mencapai US$ 11,8 miliar.

“Peningkatan ini diharapkan dilakukan dengan memperkuat industri tekstil dalam negeri. Yakni dengan menaikkan bea masuk garmen 15 hingga 20 persen,” kata Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Ansari Bukhari.

Menanggapi tercapainya kesepakatan pembatasan nilai ekspor tekstil dari Cina ke Amerika, Ansari juga berharap Indonesia dapat mengambil peluang tersebut. Namun, peluang Indonesia untuk mengambil pasar Cina di Amerika tersebut sangat kecil.

“Kondisi mesin tekstil yang sudah tua di pabrik tekstil Indonesia membuat tidak bisa bersaing. Akibatnya kapasitas produksi kalah banyak,” jelas Ansari.

Untuk itu, restrukturisasi permesinan menjadi prioritas utama untuk meningkatkan daya saing. “Dalam skala besar memang belum, tapi sudah mulai dilakukan oleh investor baru yang merupakan bagian dari program mereka sendiri,” ungkapnya.

Menurut Ansari, saat ini yang belum dilakukan nyata oleh pemerintah untuk jangka panjang yakni untuk menyediakan pendanaan khusus, skill khusus, dan bunga bank khusus. “Sementara untuk jangka pendek adalah untuk pembebasan bea masuk mesin-mesin,” ujarnya. (detikcom/q)

Blog Untuk Pertekstilan Indonesia dari LPM Viskosa STTTekstil January 7, 2006

Posted by viskosaonline in Uncategorized.
99 comments

Apa itu Blog?…. according to this link…Weblog adalah istilah untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.

Blog ini dibuat untuk sarana cuap-cuap bagi komunitas tekstil (dan mereka yg “penasaran” mengenai tekstil) tentang hal-hal “menarik” di dunia pertekstilan Indonesia dan dunia.

Saatnya berpendapat dan berdiskusi. Silakan berkomentar se”bebas-bebas”nya semoga bisa jadi satu bentuk pembelajaran bagi kita semua.

Because News can change the world, semoga sang penguasa mengetahui suara-suara kita dari komunitas tekstil untuk Indonesia.

Bagi yang punya topik untuk dibahas silakan kirim email ke viskosaonline@gmail.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.